To Know or Not To Know, That Is the Question

By Jose Rizal Joesoef

Knowing something does not always become a gift for you. Knowing something could become a disaster for you. Think of him/her who you love very much. You insist him/her to expose his/her feeling toward you. When he/she tell you that he/she love you as well, then there is no problem between you and him/her. But, when he/she tell you that he/she does not love you, then you can not pretend that you do not know that he/she truely does not love you. Knowing something that you do not expect has a price you have to pay. Are you dare to know something?

.

Mengetahui sesuatu, tidak dengan serta merta menjadi anugerah bagi kita. Menjadi tahu terhadap sesuatu, bisa menjadi bencana. Sebab, misalnya, ketika kita (ANDA + SAYA) diasumsikan sebagai bukan pelupa, keterlanjuran kita telah mengetahui sesuatu (ex ante), akan menyulitkan kita untuk berpura-pura tidak tahu (ex post).

Sebagai gambaran, anggaplah ANDA adalah seorang wanita jomblo, sementara SAYA adalah seorang laki-laki bujang (kebetulan penulis adalah lelaki tulen), di mana keduanya bertugas dan berinteraksi dalam satu tim di suatu lokasi tertentu, untuk, katakan, selama 30 hari. Di tengah perjalanan menunaikan tugas kita–yaitu pada hari ke 15, dari hati SAYA yang paling dalam muncul perasaan cinta SAYA terhadap ANDA. It is not too quick for a man to fall in love with a woman in fifteen days.

Perasaan cinta SAYA terhadap ANDA masih SAYA batinkan, sementara SAYA belum tahu apakah ANDA juga memendam perasaan yang sama terhadap SAYA. Adalah wajar bagi siapapun yang sedang jatuh cinta, untuk “mencocokkan” perasaan cintanya terhadap pihak yang dicintainya. (ANDA mungkin juga ingin mengetahui “Ada apa dengan SAYA?”, karena ANDA merasakan adanya perubahan perlakuan dan sikap SAYA terhadap ANDA.) Asumsikan bahwa “cinta” adalah barang privat (private good) yang hanya bisa dihakmiliki oleh seorang tertentu saja, bukan barang publik (public good) yang bisa dikonsumsi oleh banyak orang.

Karena gemuruh rasa cinta SAYA yang tak terkendali, SAYA kemudian mengeksplisitkan perasaan itu kepada ANDA, dengan mengatakan: “SAYA mencintai ANDA”, yang dilanjutkan dengan pertanyaan: “Apakah ANDA juga mencintai SAYA?” Jika, ANDA juga memiliki perasaan yang sama dan kemudian menyatakan juga perasaan cinta ANDA terhadap SAYA, maka there will be no problem with us. ANDA dan SAYA menjadi sepasang kekasih, paling tidak untuk selama 15 hari kemudian.

Tetapi, jika ternyata ANDA merespon bahwa ANDA tidak mencintai SAYA, maka there will be serious problems between ANDA and SAYA. Mengapa? Alasannya adalah ANDA dan SAYA masing-masing sudah terlanjur menjadi tahu, yaitu:

  • Di satu sisi, ANDA sudah tahu (dari ucapan eksplisit SAYA) bahwa SAYA mencintai ANDA.
  • ANDA tahu bahwa SAYA sudah tahu bahwa ANDA tidak mencintai SAYA.
  • Di sisi lain, SAYA sudah tahu bahwa ANDA tidak mencintai SAYA.
  • SAYA sudah tahu bahwa ANDA tahu bahwa SAYA mencintai ANDA.

Akibatnya, ANDA tidak bisa berpura-pura tidak tahu bahwa SAYA mencintai ANDA, sementara SAYA sulit untuk berpura-pura bahwa SAYA tidak pernah mengucapkan cinta SAYA terhadap ANDA.

Dalam situasi ini, perjalanan kita (= ANDA + SAYA) sebagai sebuah tim, akan terganggu. Di antara ANDA dan SAYA, akan terdapat perasaan rikuh (awkward), malu (embarassed), bahkan mungkin jengkel (annoyed). ANDA dan SAYA sudah terlanjur sama-sama tahu bahwa SAYA mencintai ANDA dan ANDA tidak mencintai SAYA. ANDA dan SAYA masing-masing mungkin akan kecewa seraya mengatakan “I’d rather go blind” sebagaimana judul lagunya Chicken Shack.

Dalam bahasa ekonomika, peristiwa “cinta bertepuk sebelah tangan” di atas dapat dinamakan sebagai suatu common knowledge. Ingin lebih tahu tentang teori common knowledge ini, silakan membaca John D. Geanakoplos (1992), Common Knowledge, Journal of Economic Perspectives, Vol. 6, No.4, pp.53-82.

Dari uraian di atas, dapat diambil pelajaran bahwa ketika seseorang mengomunikasikan pesan (message), maka orang itu tanpa sengaja menyampaikan pesan-pesan lainnya. Misalnya, ketika SAYA memberitahu ANDA bahwa nama SAYA adalah Jose Rizal Joesoef, maka SAYA tidak sekedar mengomunikasikan kepada ANDA bahwa SAYA tahu nama SAYA sendiri (bahkan lidah SAYA mampu mengeja dengan benar nama itu), tetapi juga (1) SAYA tahu bahwa ANDA sudah menjadi tahu nama SAYA dan (2) SAYA tahu bahwa ANDA tahu bahwa SAYA tahu nama SAYA.

Beranikah kita mengetahui sesuatu?

One Response to “To Know or Not To Know, That Is the Question”

  1. Pada dasarnya, sebuah keputusan dilandasi oleh 2 hal: untung dan rugi, risk and return, cost and benefit ato bahasa kerennya manfaat dan mudlorotnya. Keputusan untuk “to know something/one” ataupun “not to know something/one” disatu sisi memberikan suatu “kepuasan” tapi disisi lain menimbulkan sebuah “konsekuensi”.
    In some cases, orang lebih suka “knowing something/one” (terlebih lagi manusia dikaruniai sifat selalu ingin tahu), dan dalam hal yang lain lebih baik tidak tahu apa2.
    Diluar kedua hal tersebut, manusia juga mempunyai derajat “oportunis” tertentu dalam dirinya, sehingga dia membiarkan sesuatu menjadi tampak “abu-abu” bagi orang lain. Dengan kata lain, ia menciptakan kondisi asimetri informasi secara sengaja, dengan harapan konsekuensi atau risiko atau kerugian yang ditanggung tidak terlalu besar sebagaimana jika orang lain tahu (simetri informasi). Atau sebaliknya, keuntungan atau return atau manfaat yang dinikmati orang lain tidak sebesar jika orang lain tersebut tahu sebagaimana yang kita ketahui (dalam kasus ini kita dianggap menjadi orang “jahat”).
    Pertanyaan selanjutnya adalah: apakah to know-not to know-information asymmetry bersifat simetris ?
    Mohon diberikan penjelasan atas kebingungan saya ini… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: